REALITAS MENTAWAI

PAKET TERBUKA
( 7 hari 6 malam )
Pulau Siberut



Dianggap sebagai salah satu penghuni tertua di kepulauan nusantara, perilaku budaya masyarakat Mentawai sangat unik. Efek samping puluhan ribu tahun terpisahnya mereka dari Pulau Sumatera daratan. Meski saat ini seperti budaya lokal dimana pun di seluruh penjuru dunia, perubahan drastis sedang mendera mereka pula. Saat ini hanya tinggal di Pulau Siberut saja akan bisa ditemukan masyarakat Mentawai yang masih bertahan dengan laku berburu dan meramu. Itu pun telah terdesak sangat jauh ke pedalaman. Di pulau-pulau besar lain di Kepulauan Mentawai, Sipora, Pagai Utara, dan Pagai Selatan, tidak ada lagi orang-orang yang masih memegang teguh adat dan tradisi Mentawai. 


Secara tradisi, masyarakat Mentawai hidup harmonis dengan alam sekitar. Dan ini tertanam secara dalam dalam berbagai aspek kehidupan mereka Sehari-hari, keseimbangan diciptakan melalui laku diri yang bersifat hati-hati. Perubahan mendadak dalam perilaku apapun sangat dihindari. Karena hal tersebut akan mengganggu keseimbangan semesta. Melalui satu ritus bernama Puliaijat, mereka memberi semahan bagi roh leluhur lalu menari agar para roh yang berkeliaran dan mengganggu akibat perubahan mendadak tadi kembali ke tempatnya. Dan keseimbangan dipulihkan.


Sebelum terlambat dan semua itu perlahan sirna, SpektakelPlesir! menyediakan kesempatan bagi anda untuk bergabung dan belajar langsung kebijaksanaan ini. Mengamati laku hidup yang sebenarnya telah mampu bertahan ribuan tahun, telah sukses menghadapi ujian sang waktu. Dan dengan cara paling baik apalagi kita dapat belajar selain hidup bersama mereka? Menghirup udara yang sama, melihat lanskap yang sama, mencecap makanan yang sama, dan akhirnya, mengalami realitas yang sama.

Jadwal Trip

4 s/d 10 Mei 2018,

17 s/d 23 Agustus 2018



Formulir Pemesanan

Hari 1: Jumat sore atau malam hari. Bandar udara Internasional Minangkabau, Padang.

Kedatangan: Padang, Makan: malam

Tiba di Padang, sore atau malam hari.

Masuk ke hotel didekat Pelabuhan Muaro, Padang. Pengarahan peserta saat makan malam.


Hari 2: Sabtu. Padang – Muara Siberut – Uma di Rorogod/Rogdog

Makan: Sarapan (hotel), siang, malam

Setelah sarapan di hotel, kita akan menuju Siberut. Menggunakan kapal cepat Mentawai Fast (Padang – Sikabaluan – Muara Siberut) dengan durasi 4-5 jam (tergantung kondisi laut). Makan siang di Muara Sikabaluan.

Tiba di Muara Siberut, lalu ke titik kumpul untuk persiapan dan mengurus perijinan.

Pukul 16.30 WIB tiba di Uma di Rorogod/Rogdog dengan menggunakan perahu cepat (± 2 jam).

Tiba di Uma (rumah komunal tradisional Mentawai) lalu beradaptasi bagaimana tinggal didalam suatu Uma. Istirahat


Hari 3: Minggu. Rorogod/Rogdog menuju Buttui

Makan: sarapan, siang, malam

Setelah sarapan kita melanjutkan perjalanan dengan perahu cepat menuju pedalaman pulau Siberut, menuju Buttui.

Tiba di Buttui tengah hari.

Setelah makan siang, kita akan belajar membuat anak panah beracun, kemudian Tuan rumah akan mengajarkan kita bagaimana menggunakan panah dan anak panah tersebut. Juga untuk mempersiapkan mentalitas kita bergabung perburuan keesokan hari. 

Makan malam di Uma. Selama makan malam merupakan kesempatan bagi kita untuk berdiskusi tentang kebijaksanaan dan pilihan hidup mereka. Di sesi ini, Tuan rumah akan mengabarkan tentang pantas tidaknya kemampuan kita untuk bergabung perburuan mereka. 

Catatan: harap maklum dan tidak sakit hati dengan keputusan Tuan rumah.


Hari 4: Senin. Uma dan hutan di sekitar Buttui

Makan: sarapan, siang, malam

Setelah sarapan, tim perburuan akan pergi ke hutan untuk memulai sesi berburu. Kemungkinan besar tim berburu akan menghabiskan satu malam di hutan. Sementara bagi yang tidak berburu, kita akan belajar mengolah sagu secara tradisional untuk menjadi makanan. Kita juga bisa bergabung dengan para perempuan lokal untuk mengumpulkan daun keladi dan ikan di sungai sekitar Uma. Dimalam hari, para pria lokal yang tersisa akan menunjukkan metode pemberian semahan bagi roh leluhur dan menari bagi pemulihan keseimbangan.

Hari 5: Selasa. Uma dan hutan disekitar Buttui

Makan: sarapan, siang, malam

Selesai sarapan, kita akan belajar membuat Kabid (cawat tradisonal berbahan kulit kayu). Saat tim perburuan datang, kita akan belajar bagaimana orang Mentawai membagi dan memproses hasil berburu. Di kesempatan ini pula kita akan belajar tradisi kuliner asli mereka. Saat mereka menyiapkan dan memproses makanan mereka.


Hari 6: Rabu. Uma dan hutan disekitar Buttui

Makan: sarapan, siang, malam

Hari ini kita akan menuju hutan disekitar Uma untuk mengumpulkan berbagai bahan alam yang bisa dipanen dan dikonsumsi. Kita akan ditunjukkan pula beberapa tanaman herbal yang berguna untuk ritual adat atau pengobatan tradisional. Di malam hari, kita akan merayakan malam perpisahan dengan Tuan rumah dan menari bersama mereka.


Hari 6: Kamis. Minangkabau International Airport, Padang.

Makan: sarapan, siang, malam.

Selesai sarapan, kita akan meninggalkan Buttui menuju Muara Siberut untuk menaiki kapal cepat kembali ke Padang. Tiba di Muara Siberut tengah hari saat makan siang. Datang di Padang sore hari, langsung menuju ke bandar udara Minangkabau untuk kembali ke kota masing-masing.

Perjalanan selesai.

Registrasi :

  • Januari 2018 - Desember 2018, tempat terbatas :
  • Maksimum 10 orang.
  • Uang muka : 30% dari harga.
  • Pelunasan dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum tanggal keberangkatan.


Titik awal perjalanan: Bandar udara Minangkabau, Padang, West Sumatera.

Titik akhir perjalanan: Bandar udara Minangkabau, Padang, West Sumatera.

 

Harga termasuk:

  • 1 (satu) malam hotel di Padang (kamar berbagi, 1 kamar 2 orang)
  • Kapal cepat Mentawai Fast (Padang – Muara Siberut – Padang)
  • Makan seperti yang disebutkan
  • Oleh-oleh untuk Tuan rumah dan warga lokal
  • Akomodasi di Uma tradisional
  • Penampilan tradisi
  • Pemandu lokal
  • Perahu bermesin
  • Perijinan lokal
  • Koki
  • Pembawa barang kelompok
  • Generator kecil
  • Transportasi darat di Padang dan Muara Siberut
  • Asuransi perjalanan (Zurich Indonesia)

 

Harga tak termasuk:

  • Tiket penerbangan ke dan dari Padang
  • Pengeluaran pribadi
  • Pembawa barang pribadi
  • Ketertarikan pribadi
  • Tip

 Barang yang sebaiknya dibawa:

  • Mengkonsumsi pengobatan anti malaria
  • Pakaian secukupnya
  • Kelambu dan losion anti nyamuk/serangga
  • Kantung tidur dan matras
  • Senter
  • Tabir surya dan topi
  • Sepatu ringan segala medan (atau sepatu bot)
  • Sendal
  • Jas hujan dan atau payung kecil
  • Alat mandi pribadi
  • Obat-obatan pribadi
  • Makanan atau cemilan favorit
  • Kamera
  • Uang tunai, karena tidak ada ATM di pedalaman Siberut. Hanya ada 1 (satu) ATM di Muara Siberut, Bank Nagari (ATM Bersama).



Keadaan Umum:
  1. Peserta dengan penyakit kronis ataupun penyakit bawaan, wajib memberitahu secara tertulis kepada pihak SpektakelPlesir! sebelum perjalanan dilakukan.
  2. SpektakelPlesir! tidak bertanggung jawab atas keterlambatan/perubahan jadwal penerbangan, ataupun ketinggalan pesawat karena kelalaian peserta. Itinerari akan disesuaikan sebaik-baiknya jika terjadi keterlambatan/perubahan jadwal penerbangan. Penambahan biaya yang terjadi disebabkan peserta yang tertinggal pesawat akan dibebankan kepada peserta.
  3. Jika terjadi pembatalan penerbangan pada hari H keberangkatan, harus didiskusikan lebih dulu terkait keikutsertaan perjalanan. Jika keputusan akhir adalah pembatalan/pengunduran perjalanan, maka pengembalian biaya perjalanan akan diberikan setelah dilakukan perhitungan ulang atas biaya yang bisa dikembalikan kepada peserta.
  4. Jika terjadi pembatalan penerbangan pada hari H kepulangan yang menyebabkan terjadinya penambahan biaya, maka akan dilakukan musyawarah untuk berbagi biaya dengan peserta lainnya.
  5. Sailing, snorkeling, diving (termasuk freediving), trekking, berburu, dan kegiatan lain yang dilakukan saat perjalanan merupakan kegiatan yang berisiko tinggi dan dapat mengakibatkan kecelakaan ringan atau berat.
  6. Pendaftaran dan keikutsertaan pada perjalanan ini dilakukan atas keinginan sendiri; dengan kata lain, tanpa paksaan. Kecelakan yang terjadi saat perjalanan menjadi tanggung jawab dari para peserta perjalanan. Pihak SpektakelPlesir! tidak akan dituntut jika terjadi kecelakaan, namun pihak SpektakelPlesir! akan membantu semaksimal mungkin jika hal ini terjadi.
  7. Setiap jadwal perjalanan telah dipertimbangan dengan baik dari segi kondisi alam dan cuaca, namun jika dalam perjalanan terjadi perubahan cuaca ekstrim yang menyebabkan perubahan rencana perjalanan dan atau rencana perjalanan yang ada tidak dapat dijalankan, maka pihak SpektakelPlesir! tidak dapat disalahkan karena force majeure ini.
  8. Berbagai kegiatan pilihan (opsional) yang ingin dilakukan selama perjalanan wajib dikonfirmasikan kepada SpektakelPlesir! sebelum keberangkatan.
  9. Perjalanan ini dilindungi oleh asuransi perjalanan lokal.
  10. Peserta perjalanan dianggap telah menyetujui Keadaan Umum dari perjalanan ini bila tidak ada email menyangkut berbagai hal tersebut diatas yang dikirimkan peserta kepada pihak SpektakelPlesir! sebelum hari keberangkatan.

  Laki-laki      Perempuan